sahabat kecilku

Nama:Giovani Akbar 
Deskripsi Biografi: sahabatku


Aku memiliki banyak teman berbagai macam jenis sifat nya. Ada yang pendiam tapi nakal, ada yang agresif tapi rajin mengerjakan ibadah, dan ada juga yang agresif dan nakal. Ada salah satu teman yang sangat dekat dengan saya bisa di katakan best friend namanya Septian tri Anggara biasa kami panggil Angga.

badannnya lebih tinggi dari saya, dan dulunya dia seorang anak yang sangat cengeng jika di ganggu dia akan mengadu kepada orang tuanya. Sering sekali orang tuanya memarahi kami karena sudah membuat dia menangis. kejadian yang paling saya ingat waktu dulu yaitu ketika bermain guli di halaman rumah saya kira-kira masa itu masih SD, masih kecil sekali. Dia datang membawa guli banyak sekali sekitar satu toples. kami bermain hingga guli dia habis tidak tersisa sama sekali. Akhirnya dia menangis untuk minta dikembalikan guli nya tetapi teman saya tidak mau mengembalikannnya. Dan dia mengadu kepada ibunya dan ibunya mendatangi kami untuk meminta guli milik Angga dikembalikan, dan akhirnya guli milik Angga kami kembalikan. Kejadian itulah yang paling saya ingat.

 kemudian waktu kami balapan sepeda di lapangan tenis dekat kodim. Masing-masing kami memilih menjadi pembalap MotoGP yang kami idolakan. Angga memilih Marco Simoncelli yang sudah meninggal l, dan saya memilih menjadi Rossi. Tak lama waktu kami sedang berbalapan Angga terjatuh dan luka di lututnya sangat besar itu membuat kami menjadi takut untuk memberi tahu ibunya. Akhirnya dia pulang sendiri dan untungnya ibunya tidak menyalahkan kami. Kemudian kejadian yang paling lucu adalah waktu dia mengikuti balap liar di jalan merdeka. 

dia menabrak teman nya sendiri karena panik akibat di kejar polisi. yang niat awalnya menghindari polisi, tapi malah tambah parah tertangkap balap liar dan tabrakan jadi pelanggarannya dua kali lipat.
Tapi sekarang dia sudah berubah tidak cengeng lagi,malahan dia lebih berani dari teman-teman yang lain. Dia orang nyaa agak ceroboh dalam memegang uang, dalam arti bukan sering kehilangan uang tetapi ia suka membelanjakan nya tanpa memikirkan untuk keperluan kedepannya lagi. Ia sekarang bekerja sebagai tim sukses partai dan penghasilan nya pun cukup lumayan.dia dijanjikan oleh partainya jika lolos kembali menjadi bupati dia akan dimasukan menjadi anggota satpol PP.

Dan  Ia pernah berkata ingin sekali menabung untuk membeli handphone yang bagus agar bisa bermain game bersama saya dan teman-teman yang lain. Hingga sekarang impian nya itu belum tercapai karena sifatnya yang boros dalam menggunakan uang. Apalagi sekarang dia yang sudah memiliki pacar. Dan kemarin baru saja pacarnya ulang tahun dan dia membuat suprise di rumah saya. Setelah selesai merayakan ulang tahun pacarnya dia mengajak saya dan teman-teman untuk memakan gado-gado di dekat jembatan pawan 5. Dan semua itu dia yang bayar, karena waktu itu dia baru gajian dan lumayan besar karena tim partai dia menang.

Angga juga pemain futsal dan posisinya sebagai seorang kiper, dan skil nya juga lumayan. Sebagai seorang kiper Angga juga sering dimarahi teman-teman karena dia suka ikut maju sebagai penyerang tapi lama kembali ke gawang sehingga sering terjadi kebobolan akibat ulahnya. Itu yang membuat kami kesal kepada Angga, tetapi bagaimanapun dia tetap kiper andalan kami karena tidak ada lagi teman saya yang mau menjadi kiper. Basic kiper yang pada diri Angga memang sudah ada dari sejak dulu. Karena Angga dari kecil adalah kiper bola lapangan besar. Dulu saya latihan bola bersama dengan Angga, tetapi Angga mengikuti latihan sampai pertandingan sedangkan saya hanya mengikuti 3 kali latihan. 

Dulu Angga kerjanya serabutan seperti tukang buat barau, sedot WC dll. Tapi sekarang Alhamdulillah kerjanya sudah nyaman yaitu tim sukse parta. setiap gajian dan ketika kami sedang berkumpul dia selalu mentraktir saya dan teman-teman membeli gorengan, tetapi itu jika dia sudah menerima gaji.  Dan karena dia orangnya royal gaji nya habis di hambur-hamburkan untuk menjamin kami setiap malam.Ketika sudah di pertengahan bulan jika kami sedang berkumpul dan berpatungan untuk membeli gorengan dia tidak mempunyai uang untuk menyumbang akhir nya ia hanya menyumbang tenaga dengan pergi membeli gorengan tersebut. 

Terkadang dia suka di buli teman-teman yang lain karena tingkah cerobohnya yg menggunakan uang secara berlebihan. Bahkan saya dan teman-teman sudah sering kali menasehati agar menghemat dalam menggunakan uang, tetapi ia tidak pernah mendengarkan kami. Sehingga uang gaji yang ia dapat selalu habis cepat.

 jika saya memerlukan bantuan ia selalu siap membantu dan tidak pernah meminta imbalan. Walaupun terkadang ia agak sedikit menjengkelkan, tetapi biar bagaimanapun ia tetap laa teman terbaik/terdekat saya yang selalu ada di kala saya senang maupun susah. Semoga enggkau sehat selalu teman.